Indeks Saham

Indeks saham merupakan gabungan dari saham-saham unggulan dari berbagai sektor. Indeks saham ini merupakan patokan terhadap kinerja dari pasar modal di suatu negara. Contoh di Indonesia adalah indeks saham IHSG (indeks Harga Saham Gabungan). Indeks saham yang diperdagangkan ini adalah berupa kontrak (futures). Indeks saham atau stock indexes (STODEX) adalah harga atau nilai dari sekelompok saham yang dikumpukan berdasarkan kategori tertentu. Indeks ini merupakan indikator pergerakan harga dari seluruh saham yang diwakilinya.

Misalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mewakili seluruh pergerakan harga saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia atau Jakarta Industrial Classification (JASICA) yang mewakili pergerakan harga dari sektor industri tertentu. Setiap negara biasanya memiliki kriteria dan cara tersendiri untuk memilih dan memperdagangkan Indeks saham.

Trading index saham berjangka memiliki arti memperdagangkan (memperjualbelikan) indeks saham berjangka sesuai dengan satuan unit (lot), nilai kontrak dan jangka waktu penyerahan.

Jenis Indeks Saham

1. Indeks Saham Hongkong

Indeks Saham Hongkong adalah indeks saham yang dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar saham di Hong Kong yang pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 Nopember 1969. Pada awalnya digunakan untuk memonitor dan mencatat perubahan harian saham berkapital besar.

Indeks Saham Hongkong mengalami perkembangan yang sangat pesat. Indeks di bursa saham Hongkong ini adalah harga rata-rata dari berbagai sektor industri yang berasal dari pasar saham Hongkong. Indeks saham Hongkong sangat terkenal dengan pergerakan harganya yang cepat dan memiliki respon yang tinggi terhadap rumor-rumor pasar yang sedang terjadi. Idiom ‘market moves by rumour’ sangat cocok dilekatkan pada indeks saham Hong Kong.

Indeks Saham Hongkong terdiri dari 45 perusahaan yang mewakili 67% dari total kapital yang diperdagangkan di bursa saham Hong Kong.

2. Indeks Saham Jepang

Indeks Saham Jepang merupakan indeks saham yang ada di bursa saham Tokyo (Tokyo Stock Exchange /TSE). Pergerakan indeks ini sudah dipublikasikan oleh surat kabar Nihon Keizai sejak tahun 1971 dan merupakan satu dari sebagian kecil faktor yang menggerakkan mata uang Yen Jepang.

Indeks Saham Jepang adalah harga rata-rata dari saham utama yang tercatat pada bursa utama Tokyo Stock Exchange. Para investor meyakini indeks saham Jepang merupakan indikator yang paling baik untuk menunjukkan pergerakan harga saham di Tokyo Stock Exchange.

Saat ini, Indeks Saham Jepang telah berperan sebagai indeks saham yang paling aktif dan diminati oleh pelaku pasar internasional. Mirip dengan indeks Dow Jones di AS dan telah dicatat di bursa-bursa utama dunia seperti Singapore Exchange, Osaka Securities Exchange dan Chicago Mercantile Exchange.

3. Indeks Saham Korea

Indeks Saham Korea merupakan indeks saham gabungan seluruh perusahaan yang tercatat di bursa Korea Selatan. Sesuai namanya, Indeks Saham Korea terdiri dari 200 perusahaan terbesar. Sebagaimana halnya indeks saham negara lain, Negara-negara ‘emerging market’ dikenal dengan pertumbuhannya yang tinggi karena potensi kinerjanya masih bisa tumbuh besar.

Indeks Saham Korea ini merupakan salah satu indeks saham teraktif yang diperdagangkan di Asia. Meski demikian, karakter pergerakannya lebih condong mirip dengan Indeks Saham Hong Kong. Hal ini mungkin disebabkan adanya kesamaan metode perhitungan indeks yang menggunakan bobot kapitalisasi pasar.

TOP